Retno Temui China, Hentikan Kekerasan Di Gaza Dengan Genjatan Senjata Permanen

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pertemuan khusus dengn Menlu China Wang Yi. (Foto: Tangkapan layar video Instagram/ retno_marsudi)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pertemuan khusus dengn Menlu China Wang Yi. (Foto: Tangkapan layar video Instagram/ retno_marsudi)

RM.id  Rakyat Merdeka – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar pertemuan khusus dengan Menlu China Wang Yi merespons pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu yang ingin melanjutkan operasi militer penuh di Gaza, setelah gencatan senjata berakhir.

Pertemuan itu digelar di sela-sela Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan (DK) PBB, di New York, Rabu (29/11). Untuk diketahui, China saat ini memegang tongkat presidensi DK PBB.

Retno mengatakan Indonesia mendorong DK PBB melakukan tiga aksi. Pertama, pentingnya pemberian bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke seluruh wilayah Gaza dan dapat termonitor dengan baik.

Kedua, penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang harus betul-betul dilakukan. 

Ketiga, pentingnya gencatan senjata yang permanen untuk mengakhiri semua kekejaman.

“Palestina memiliki hak untuk merdeka berdasarkan two-state solution. Saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai kembali proses perdamaian tersebut,” ujarnya. 

Menlu Retno mengatakan sejumlah Menlu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut hadir di pertemuan DK PBB di New York untuk menunjukkan dukungan OKI terhadap Palestina. Pertemuan bertepatan dengan Peringatan Hari internasional Solidaritas bagi Rakyat Palestina. 

Dia bilang bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut mandat yang diberikan Pemimpin OKI dalam KTT di Riyadh 11 November lalu untuk menggunakan semua upaya guna mencari penyelesaian situasi di Gaza.

“Mengingat hari ini kita peringati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, maka kita jangan menutup mata atau tinggal diam terhadap perjuangan rakyat Palestina,” ujarnya.

Di forum Debat Terbuka Tingkat Tinggi DK PBB, Retno secara terbuka menyampaikan ketidakmengertiaannya jika DK PBB membiarkan Netanyahu kembali membombardir Gaza. Ia meminta DK PBB mencegah terulang kembalinya kekerasan tersebut.

“Saya hadir kembali di pertemuan DK PBB karena saya ingin berada di sisi yang benar dari sejarah, yaitu membela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,” ujarnya.

Selain itu, Retno melakukan pertemuan dengan Menlu China Wang Yi untuk membahas situasi di Gaza. Ke China, selaku presidensi DK PBB saat ini, Retno menyampaikan kekhawatirannya pada peningkatan serangan kepada warga Palestina di Tepi Barat.https://nutriapel.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*