Glenfiddich Where Next Club Hadirkan 3 Maverick Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia РKehadiran Glenfiddich sarat dengan inovasi dan terobosan baru yang mampu menginspirasi dalam perjalanannya. Salah satunya melalui kampanye Where Next Club, yang memperkenalkan tiga Maverick, sosok inspiratif dari Indonesia yang terpilih, dengan sederet pencapaian dan menembus batas mimpi.

Mereka adalah Amalia Wirjono, Joko Anwar, dan Samuel Wongso, yang mencerminkan tantangan, semangat, dan inovasi Glenfiddich. Maverick terpilih ini dinilai memiliki keunikan secara individual, serta komitmennya untuk keunggulan dan dampak mendalam pada industri masing-masing.

Sebagai informasi, kampanye Where Next Club hadir untuk mendorong inovasi dan pencapaian, di mana Glenfiddich menyatukan warisannya selama 130 tahun dengan kisah-kisah modern para Maverick. Melalui cerita ini, Glenfiddich menghubungkan pembawa perubahan dari masa lalu dengan yang akan datang.

Dari sisi kesenian, Kepala Departemen Pengembangan Museum Macan, Amalia Wirjono, mengartikulasikan pandangan mengenai perjalanan Where Next dengan menekankan pentingnya menciptakan dan merangkul program-program standar global dalam industri seni lokal.

“Saya percaya pada kekuatan untuk tetap selaras dengan perkembangan terkini. Dengan terus memperbarui pemahaman saya tentang situasi dan tren saat ini, saya memiliki kekuatan untuk merancang program-program yang tidak hanya relevan, tetapi juga menarik. Pendekatan ini memungkinkan kami secara konsisten memikat audiens beragam untuk mengunjungi museum kami, serta membina koneksi dinamis antara seni dan individu dari berbagai lapisan masyarakat dalam perjalanan Where Next kami,” kata Amalia.

Dia menegaskan komitmen teguh terhadap seni dan budaya tercermin dalam proyek-proyek yang dirancangnya secara cermat dan menarik keterlibatan publik secara langsung.

Sementara itu, Sutradara kawakan Joko Anwar, menerangkan pertanyaan ‘Where Next?’ sebagai mantra dalam jiwa kreatif.

“Saya tidak pernah ingin membuat jenis film yang sama dua kali. Saya tidak percaya pada zona nyaman. Setiap kali saya menyelesaikan sebuah film, itu adalah pencarian untuk menjelajahi pengalaman baru, berkolaborasi lintas budaya untuk menciptakan film-film yang bukan hanya cerita, melainkan perjalanan ke berbagai peluang. Saya percaya kita akan terus hidup secara kreatif jika kita tidak berhenti mengeksplorasi kemungkinan dan wilayah baru, serta selamanya didorong oleh tantangan,” ungkap dia.

Sebagai Maverick, Joko mencerminkan semangat Glenfiddich dengan menunjukkan dedikasinya pada industri perfilman. Melalui karyanya, dia telah menetapkan standar baru untuk industri film Indonesia melalui karya-karyanya yang sejalan dengan semangat Glenfiddich.

Bukan hanya di bidang kesenian dan kreatif, pendekatan yang penuh renjana juga dibawa oleh Co-Owner & Desainer Jas di Wong Hang Tailor Samuel Wongso. Khususnya dalam industri busana.

Samuel mengatakan semangat Where Next merupakan perjalanan penemuan, mirip dengan jalur yang ditempuh Glenfiddich dalam pembuatan whisky. Ini adalah undangan untuk berinovasi, mendorong batas-batas desain sambil tetap berakar pada nilai-nilai abadi Wong Hang Tailor.

“Seperti karakter khas Glenfiddich, berakar dalam tradisi namun berkembang dengan modernitas, saya membayangkan karya-karya saya mencerminkan warisan kualitas yang bertumpu dengan inovasi. Saya berharap melihat karya saya diwariskan dari generasi ke generasi akan terus bertahan, berkembang dan Istimewa,” ujar dia.

The Grand Finale Where Next Club juga mempersembahkan koleksi unggulan dengan cita rasa yang khas. Koleksi ini terdiri dari Glenfiddich 12 Year Old, Glenfiddich 15 Year Old, Glenfiddich 18 Year Old, serta koleksi seri mewah, Glenfiddich 21 Year Old Gran Reserva.

Masing-masing varian ini pun telah menjadi rahasia asal Skotlandia yang terjaga dengan baik. https://mantrasungokong.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*