24 Penumpang Alami Luka-Luka, Semua Perawatan Ditanggung KAI

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengaku masih fokus pada penyelamatan penumpang dan petugas imbas terjadinya kecelakaan dua kereta api, yakni KA Turangga, relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan KA Commuterline Bandung Raya yang terjadi pada Jumat (05/01/2024) pagi sekitar pukul 06.03 WIB di Kampung Babakan DKA, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan resmi PT KAI, tercatat sebanyak 478 penumpang berada di dalam dua kereta yang mengalami insiden tersebut. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 287 orang berada dalam KA Turangga, dan 191 orang berada di dalam KA Commuterline Bandung Raya.

Namun demikian, VP Public Relation KAI Joni Martius Kanah mengungkapkan, seluruh penumpang di dalam insiden kecelakaan tersebut selamat.

“Kita saat ini masih terus fokus penyelamatan. Penumpang sejauh ini semua penumpang kereta, baik kereta Turangga dan Commuterline… Sejauh ini yang kita evakuasi kondisi selamat,” ungkapnya saat diwawancara CNBC Indonesia, Jumat (05/01/2024).

Namun, atas insiden tersebut membuat empat petugas kereta api meninggal dunia. Keempat orang tersebut terdiri dari Masinis, Asisten Masinis, Pramugara dan Security.

Sementara itu, dia menyebut, data terbaru ada 24 penumpang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan serius di rumah sakit akibat terjadinya benturan.

Sebanyak 18 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, 2 orang dirawat di RS Edelweis, 2 orang dirawat di RS AMC, dan 2 orang di RS Kesehatan Keluarga.

“Semua perawatan akan ditanggung oleh KAI,” sebutnya.

Sementara penumpang lainnya yang mengalami luka ringan sempat dirawat di Puskesmas terdekat dan Posko setempat. Mereka pun sudah diperbolehkan pulang.

Joni mengungkapkan, pihaknya dibantu oleh Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, Basarnas, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan masih terus melakukan evakuasi terhadap kemungkinan korban tertinggal di kereta.

“Menyisir apakah ada kemungkinan korban yang tertinggal di kereta,” ucapnya.

Joni mengaku, ada satu gerbong yang perlu dievakuasi secara serius karena posisinya melintang dan menukik ke arah persawahan, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu upaya yang lebih keras.

Joni menambahkan, bagi keluarga korban yang ingin mencari informasi atas kondisi insiden tersebut dapat menghubungi stasiun Bandung atau layanan call center KAI di 021 121. https://bermimpilahlagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*